Selasa, 29 September 2009

PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DI WILAYAH INDONESIA DENGAN AMERIKA LATIN



PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DI WILAYAH INDONESIA DENGAN

AMERIKA LATIN

MAKALAH

DALAM RANGKA MEMENUHI TUGAS

MATA KULIAH PERBANDINGAN PENDIDIKAN ”




Kata pengantar

Bismillahirrohmanirrohim

Assalmu Alaikum Wr. Wb.

Al hamdulillah kami haturkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan beberapa kenikmatan yang berupa Iman, Islam dan kesehatan , sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini sesuai waktunya, dengan judul Perbandingan pendidikan sistem pndidikan wilayah indonesia dengan amerika latin .

Salawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW. Rasul yang terahir yang telah membawa umat Islam dari alam jahiliyah menuju alam ilmiyah yang penuh barakah ini.

Selanjutnya kami mengcapkan banyak terima kasih kepada dosen pengampu yang terhormat bapak Siswanto, M.Pd.I, yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Taklupa kami haturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah ini , begitu juga kami mohon maaf apabila dalam penulisan ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan sehingga saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.

Billahi taufiq walhidayah

Summassalamu alaikum Wr. Wb.

BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

Secara psikologis, bahawa dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebihjauh tentang keadaan prikehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan prikehidupan yang berlaku diluar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui perikehidupan masyarakat lainnya itu akan mengakibatkan terjadinya salaing pengertian dan terjalinya kerja sama dan saling tolong menolong untukmncapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komparative atau studi perbandingan. Menurut pengetian dasarnya studi perbandingan mempuyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pegertian dan pemahaman terhadap berbagai macam sistem pendidikan yang ada diberbagai negara dan kawasan dunia umumnya khususnya sistem pendidikan Indonesia dan negara Amirika latin dengan berbagai latar belakang sejarahnya, secara komparatif.

Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan sistem pendidikan yang ada. Akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai sistem pendidikan dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. Kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, seseorang akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber-sumber kekuatan dan kelemahan dari sistem pendidikan yang berorentasi pada tujuan-tujuan pendidikan Internasional dan Universal. Dari berbagai hal tersebut kita sebagai penerus bangsa yang juga cinta akan terciptanya sistem pendidikan yang dapat menumbuhkan sifat positif dan terbuka terhadap berbagai usaha inovasi dan pembaharuan pendidikan di Indonesia. Dalam rangka pengembangan pendidikan nasional. Dan pembaharuan ini bisa saja dilakukan dengan cara adanya studi perbandingan sistem pendidikan antara beberapa negara sehingga dapat menegetahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing sistem yang permah dilakukan dalam suatu negara tersebut.

B. Rumusan Masalah

Berpijak dari latar belakang masalah yang telah tersebut di atas maka penulis dapat merumuskan ” Bagai mamakah sistem pendidikan Indonesia dan Amirika latin

C. Tujuan Masalah

1. Ingin mengetahui sistem pendidikan di Indonesia

2. Ingin mengetahu Sistem Pendidikan di Amirika Latin

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian perbandingan pendidikan

Perbandingan pendidikan merupakan terjenmahan dai istilah ” Comparative Education”. Sementara ahli yang lain, mengalihkan istilah tersebut kedalam bahasa Indonesia , dengan menggunakan istilah pendidikan perbandingan. Namun pada dasarnya berbgai istilah yang digunakan mempuyai pengertian yang sama, yaitu sebagai studi komparatif (studi perbandingan) tentang pendidikan. Atau bisa juga di sebut dengan studi tentang pendidikan yang menggunakan pendekatan dan metode perbandingan.

Menurut pengertian dasar perbandingan pendidikan adalah berarti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan- kesamaan dan perbedaan-perbedaannya. Dengan demikian maka studi perbandingan pendidikan ini adalah mengandung pegertian sebagai usaha menaganalisa damn mempelajari secara mendalam dua hal atau aspek dari sistem pendidikan, untuk mencari damn menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dari kedua hal tersebut.

Sedangkan menurut Carter V. Good memberikan definisi pendidikan perbandingan adalah: lapangan studi yang mempuyai tugas untuk mengadakan perbandingan teori dan praktek pendidikan sebagai mana terdapat pada berbagai negara dengan maksud untuk megadakan perluasan pemandangan dan pengetahuan tentang pendidikan di luar negeri sendiri[1]. Definisi ini menunjukan aspek operasioanal dari pendidikan yang terdapat di suatu negara atau asyarakat. didalam mempelajari sistem pendidikan suatu negara secara perbandingan , tidak boleh tidak mesti memperhatikan deminsi waktu, mempelajari latar belakang atau faktor yang lain

B. Tujuan dari perbandingan pendidikan.

Tujuan dari perbandingan pendidikan selain untuk mencari dan menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan antara kedua sistem pendidikan itu , juga terdapat kandungan yang lebih jauh diantaranya adalah;

1. Untuk mengalisa sumber-sumber atau faktor-faktor yang menyebabkan kelebihan-kelebihan dari masing-masing sistem tersebut.

2. Untuk menimbulkan sikap salng pengertian dan terbuka satu sama lain.

3. Akan terjalinya kerja sama satu sama lain untuk mengembangkan sistem pendidikan masing-masing serta dapat saling membantu dalam memecahkan masalah atau kendala yang di hadapi masing-masing bangsa yang bersangkutan.

C. Perbandingan pendidikan Amerika latin dengan Indonesia

1. Pengertian Sistem Pendidikan

Sistem adalah merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang di harapkan berdasarkan atas kebutuhan yang telah di tentukan. Setiap sistem pasti mempuyai tujuan , dan semua kegiatan yang dari semua komponen diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun pendidikan di Indonesia adalah merupakan proses pendidikan dalam arti sebuah sistem, yang di sebut degan sistem pendidikan. Secara teoritis suatu sistem pendidikan, terdiri dari komponen-komponen atau bagian- bagian yang menjadi inti dari proses pendidikan. Bagian-bagian tersebut adalah terdiri dari:

a). Tujuan atau cita-cita pendidikan, yang berfungsi untuk memberikan arah terhadap semua kegiatan dalam semua proses pendidikan.

b). Peserta didik , yang berfungsi sebagai obyek yang sekali gus sebagai subyek pendidikan.

c). Pendidik yang berfungsi sebagai pembimbing, pengarah untuk menumbuhkan aktifitas peserta didik.

d). Alat pendidikan maksudnya dalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berfungsi untuk mempermudah atau mempercepat tercapainya tujuan pendidikan.

e). Lingkungan, yang berfungsi sebagai wadah atau lapangan terlaksanaanya proses pendidikan karena tanpa adanya lingkungan , pendidikan tak dapat berlangsung.

2. Sistem Pendidikan Indonesia

Dilihat dari beberapa pengertian diatas maka bagaimanakah sistem pendidikan di Indonesia atau yang dikenal dengan sistem pendidikan nasioanl Indonesia:

a). Dasar, fungsi dan Tujuan pendidikan Indonesia:

Dasar Pendidikan di Indonesia berdasarkan pada Pancasila dan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sedangkan fungsi dari dari pendidikan Indonesia adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

b). Peseta didik :

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui peroses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu

Jenjang pendidikan atau tahapan pendidikan yang tetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang ingin dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan yang ada saat ini adalah;

1. Pendidikan Tingkat Dasar ditempuh dalam waktu enam Tahun ( SD, MI)di tambah sekolah menengah tingkat Pertama atau SMP dan Madrasah syanawiyah(MTs) ditempuh dalamwaktu tiga tahun sehingga sekolah tingkat dasar di Indonesia ditempuh dalam jangka waktu 9 tahun.

3. Pendidikan Tingkat Menegah ditempuh dalan jangka waktu tiga tahun.

4. Perguruan tinggi Jenjang S1 ditempuh dalam jangka waktu empat tahun .

5. Perguruan Tinggi Jenjang S2 ditempuh dalam jangka waktu minimal 2 tahun

c). Pendidik

Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor instruktur, fasilitatopr dan sebutan yang lain yang sesuai dengan kehususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

d). Satuan pendidikan: adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal dan non formal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

1. Pendidikan formal adalah jalur prndidikan yang tersetruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

2. Pendidikan non formal adalah merupakan jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara struktur dan berjenjang.

3. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

3. Sistem Pendidika Amirika latin.

a). Tujuan pendidikan Amirika Latin

Tujuan utama pendidikan di Amirika latin sering diarahkan pada pencapaian kebudayaan (lacultura).dalam pengertian ini kebudayaan mengisyaratkan pembangunan artistik dan intelektual . orang yang terpelajar (cultured person )adalah orang yang sopan, memperlihatkan kehalusan budi pekertinya, menunjukkan kemampuan verbal yang tinggi. Bila dilihat dari devinisi ini menunjukkan ciri-ciri kalangan atas .

b). Peseta didik; di Amirika latin pada pendidikan dasar sangat dipengaruhi oleh adanya kesenjangan standart, fasilitas, dan motivasi antara wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan. Sekolah dasar di pedesaan terutama kekurangan buku-buku dan perlengkapan. Sekolah dasar di desa bukan tempat kerja yang populer bagi para guru karena gajinya rendah dan kondisdi hidup kurang layak

c). Jenjang pendidikan di Amirika Latin

1. Pendidikan dasar.: masa pendidikan dasar di Amirika latin bervariasi dari 4 sampai 7 tahun ( kebanyakan 6 tahun ) pendidikan dasar merupakan pendidikan terakhir yang ditempuh kebanyakan anak[2]

2. Pendidikan menengah: Kebayakan pendidikan di Amirika Latin memiliki sistem pendidikan dasar menengah dengan lama pemdidikan 7 atau 12 tahun. Sekolah menengah akademi yang sangat dihormati biasanya di sebut lecio, instituto, atau celegio, lama pendidikannya 5 sampai 7 tahun dan bergerak diberbagai tingkat sekolha persiapan untuk masuk universitas dan sebagai batu loncatan ke arah perbedaan kedudukan sosial. Sedangkan mata pelajaranyang di jarkan di sekolah menengah, baik negeri maupun swasta, ditentukan pusat kementrian pendidikan.

3. Pendidikan universitas; secra tradisional, universitas di Amirika Latin pada hakekatnya merupakan gabungan antara sekolah, fakultas, dan menyusul kemudian lembaga riset yang kesemuanya bersifat individual. Baru-baru ini beberpa institusi khusus teknik dan pertanian juga menerima gelar sebagai “Universitas”. Siswa yang tamat sekolah menengah dan memperoleh gelar sarjana muda

BAB III

PENUTUP

Sebagaimana telah dikemukakan pada bab sebelumnya maka perbandingan sistem pendidikan Indonesia dengan Amirika Latin sedikit berbeda dengan pendidikan yang ada di Indonesia saat ini terutama di lihat dari faktor peserta didik, di mana peserta didik; di Amirika latin pada pendidikan dasar sangat dipengaruhi oleh adanya kesenjangan standart, fasilitas, dan motivasi antara wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan. Sekolah dasar di pedesaan terutama kekurangan buku-buku dan perlengkapan. Sedangkan di Indonesia sudah hampir tidak ada kesenjangan antara kota dan desa karena sistem pendidika di Indonesia berlandaskan pada undang-undang uang berbunyi semua wagra negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak

DAFTAR PUSTAKA

1. Tajab, Perbandingan Pendidikan,( Surabaya: Karya Abdi Tama, 1994) hal 7

2. I.N. Thutdan Don adams, Educational patterns in contemporary Societies,terj.SPA teamwork,(yogya karta pustaka pelajar, 2005 ),574-575



[1] Tajab, Perbandingan Pendidikan,( Surabaya: Karya Abdi Tama, 1994) hal 7

[2] I.N. Thutdan Don adams, Educational patterns in contemporary Societies,terj.SPA teamwork,(yogya karta pustaka pelajar, 2005 ),574-575

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar