Selasa, 29 September 2009

I' JAZUL QUR AN



I' JAZUL QUR AN


Pendahuluan

Al-quran secara harfiyah berarti "bacaan yang mempunyai puncak kesempurnaan "dan biasanya tulisan al-qur an digandeng dengan al-karim yang berarti "bacaan yang maha sempurna dan maha mulya " 1.Sebagai orang yang beriman hal itu kita harus yaqini kebenarannya karena keyakinan terhadap kitap – kitab allah merupakan rukun iman yang ke tiga setelah keimanan akan keberadaan malaikat – malaikat allah.

Kalau kita telusuri , mana ada sebuah bacaan yang dibaca oleh orang yang mengerti artinya atu tidak mengerti artinya , sehingga dengan itu bisa membuat hati tersentuh dan menangis ! Atau bacaan mana yang dipelajari , dibaca dan dipelihara aneka macam bacaannya , sehingga ditetapkan tata cara membacanya , baik panjang ataupun pendeknya dilam mengeluarkan huruf _ huruf Al- qur an , bahkan sampai sikap dan etika membacanya pun mempunyai aturan tersendiri .

Terlepas dari al- qur an sebagai bacaan yang mah asempurna al-quran adalah sebuah mu'jizad yang diturunkan allah melalui malaikat jibril kepada nabiyil ummiyi yang jadi seorang rasul yaitu nqabi Muhammad SAW. Karena al=-qur an banyak mengandung keistimewaan yang tidak mungkin manusia ataupun mahluq lain bisa membuat kibat yang mampu menandinginya .

Ironisnya, pada masyararakat kita banyak diantara mereka yang hanya memfungsikan al-quran sebagai mu'jizad

Definisi I'jazul qur an

Secara asal harfiyah , alquran berasal dari kata qarraa yang berarti baca . dan masdarnya ( kata benda ) yang berwazan fu'lanun sehingga menjadi qur anun yang berarti bacaan , atau lebih diartikan sebagai kitab yang di baca dengan menjadikannya sebagai maf ul (objek )

Sedangkan pengertian al- quran secara definitif yaitu firman allah yang di smpaikan oleh malaikat jibril sesuai redaksinya kepada nabi Muhammad SAW. Dan diterima oleh umat islam secara mutawatir .

Kata I'jaz ( kemukjizatan ) adalah menetapkan kelemahan . kelemahan menurut pengetian umum adalah ketidak mampuan mengerjakan sesuatu , lawan dari kemampuan .apbila kemukjizatan telah terbukti maka nampaklah kemampuan mu' jiz ( sesuatu yang melemahkan ) yang dimaqsud I'jaz dalam pembicaraan ini adalah menampakkan kebenaran nabi dalam pengakuannya sebagai seorang rasul dangan menampakkan kelemahan orang arab untuk menghadapi mukjizad yang abadi , yaitu quran . dan kelemaha generasi – generasi sesudah mereka . didalam al- quran kata I'jaa digunakan dalam bberapa bentuk sebanyak 25 kali ( bentuk kata yang bimaqsud adalah ajaza , I'jaza , muajizan ).


ASPEK- ASPEK KEMU'JIZATAN AL-QURAN

Aspek kemu'jizatan al-quran dibagi menjadi empat yaitu , aspek kebahasaan isyarah ilmiyah , pemberitaan hal ghaib , dan tasri' I .

A. Segi Kebahasaan .

kemukjizatan al- quran dari segi bahasanya bisa kita lihat dari tiga hal yaitu :

Pertama , Susunan Kata Dan Kalimat Al- Qur An . jika kita perthatikan secara teliti dan cermat kata akan mendapatkan bahwa dalam al-quran terdapat :

1. Nada dan langgamnya . ayat- ayat alqur an bukanlah syair atau puisi tetapi kalau kita dengar akan Nampak keunikan dalam irama dan ritmenya . hal ini pernah diteliti oleh cendikiawan inggris , marmaduke pickthall dalam the meaning of glorious qur an , ia menulis :

" al-qur an mempunyai simponi yang tiada taranya dimana setiap nada – nada bisa menggerakkan manusia untuk menangis dan bersuka cita "

Hal ini disebabkan oleh huruf dari kata – kata yang dipilih melahirkan keserasian bunyi dan kemudian kumpulan kata – kata itu melahirkan pula kesserasian irama dalam rangkayan kalimat ayat- ayatnya .

2. Singkat dan padat . dalam al-qur an banyak kita jumpai ayat- ayat nya singkat tetapi padat artinya , sehingga menyababkan berbagai macam pemahaman dari setiap mereka yang membacanya . salah satu contoh dalam ayat .*

" dan allah memberi rizki kepada orang yang di kehendakinya tampa batas "

Ayat tersebut memebrikan beberapa pemahaman seperti allah memberikan rizki kepada seseorang tampa yang bersangkutan dihitung secara detail amal- amalnya . ada juga yang memahami bahwa allah memberi rizki kepada seseorang tampa yang diberi rizki tersebut dapat menduga kehadiran rizki itu dan masih banyak pemahaman lainnya dai ayat – ayat pendek diatas .

3. Memuaskan para pemikir dsan kebanyakan orang . bagi orang awwam , ayat al-qur an mungkin terasa biasa , tetapi bagi para filosof dengan ayat yang sama akan melahirkan pemahaman yang luar biasa . salah satu contohnya QS. Yasin (36) : 78-79 .*

"dan ia membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya ; ia berkata " siapakah yang dapat menhidupkan tulang belulang , yang telah hancur luluh ? (78) katakanlah ; "ia akan dihidupkan oleh tuhan yang mnenciptakannya kali yang pertama , dan dia maha mengetahui tentang ssegala mahluq . (79) .

Ayat diatas akan terasa biasa bagi kjala ngan awwam , tetapi berbeda dengan pemahaman filosof muslim Al kindi yang menyatakan bahwa keberadaan kembali Sesutu setelah pemunahannya adalah bisa atau mungkin terjadi katna menghimpun sesuatui yang telah berpisah – pisah atau mengadakan sesuatu yang tadinya belum pernah ada lebih mudah dari pada mewujudkannya perta kali . walau bagi allah tidak ada istilah" lebih mudah dan lebih sulit" .

1. memuaskan akal dan jiwa . salah satu contohnya ketika al-qur an mewajibkan puasa dalam firman allah .

" hai orang – orang yang beriman , diwajibkan atas kamu berpuasa "

Ayat diatas tidak menyatakan " tuhan mewajibkan atas kamu tetapi "di wajibkan atas kamu " hal ini mengisyaratkatkan bahwa manusia sendiri yang akan mewajibkan dirinya untuk berpuasa disaat ia menyadari betapa pentingnya mamfaat berpuasa . dari sini bisa kita lihat betapa al qur an telah menyentuh akal; dan jiwa mitra pembacanya .

2. keindahan dan ketepatan meknanya . salah satu contohnya dalam firman allah .

" dan apa bila dikatakan kepada mereka :"berimanlah kepada al- qur an yang diturunkan allah ," mereka berkata : " kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami :" dan mereka kafir kepada al-qur an yang diturunkan sesudahnya , sedang al qur an itu adalah ( kitab ) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka "

Kandungan ayat diatas mengandung tiga hal pokok : pertama peryataan * * merupakan nasegat kepaa orang yahudi agar meeka percaya pada al- qur an . kedua jawaban mereka ** yang mengandung dua maqsud utama . ketiga lanjutan ayat merupakan tangkisan dari kedua jawaban itu dari berbagai segi . ayat tersebut secara ringkas mengatakan . " percayalah kepada al-qur an sebagai mana kalian telah percaya . bukankah kalian telah mempercayai taurat yang telah di bawa oleh nabi musa As karena kitab suci itu diturunkan oleh allah ?"

Kedua adalah Keseimbangan Redaksinya . disini akan kami ringkas tentang keseimbangan redaksi al qur an seperti di bawah ini .

1.keseimbangan antara jumlah kata dengan antonimnya .

- . Al hayat ( hidup) dengan Almaut ( mati ) masing – masing 145 kali .

- . Al har ( panas ) dengan Al bard ( dingin ) masing – masing 4 kali .

2. keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya .

- Al hars dan Al ziraah ( membajak / bertani ) masing- masing 14 kali .

- Al jahr Dan alaniyah ( nyata ) masing – masing 16 kali.

3. keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata yang menunjuk pada akibatnya .

- Al infaq ( sedekah ) dengan Al ridha ( kerelaan ) maing – masing 73 kali

- Al buhl ( kekikiran ) dengan Al khasarah ( penyasalan ) masing – masing 12 kali.

4. keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyababnya .

- Al israf ( pemborosan ) dengan Al sur ah ( ketergesa – gesaan ) masing- masing 23 kali .

- Al isra ( tawanan ) dengan Al harb ( perang ) masing – masing 6 kali .

5. keseimbangan khusus .

- kata yaum ( hari ) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali yaitu sebanyak hari – hari dalam setahun

- kata ayyam ( jamak dari hari ) atau yaumani ( dua hari ) tersebut 30 kali sesuai jumlah hari dalam sebulan .

Ketiga yaitu Kerincian Dan Katelitian Redaksi Al Qur an . jika di lihat daari padangan pertama se akan – akan mengandung keganjilan tetapi jika di telusuri secara mendalam akan di dapati tujuan tertentu . seperti dalam kata as sam Pendengaran yang selalu disebut dalam bentuk tunggal Ab shar ( penglihatan – penglihatan ) yang selalu di sesut dalam bentuk jama' , secara bergandengan dengan di awli as sam ditemukan sebanyak 3 kali . bagi pembaca yang telitui tentunya akan menganggap hal ini bukanlah sesuatu yang kebetulan tetapi ada "sesuatu " di balik itu .

B. Segi Isyarah Ilmiyah .

Dalam membahas tentang isyarah ilmiyah dalam al- qur an kita selalu ingat bahwa alqur an bukanlah kitab ilmiyah yang memberikan teori secara mendetail tentang ilmu pengetahuan , tetapi yang di beri tahukan al qur an hanyalah sebuah uraian singkat . bagi kalangan awwam uraian tersebut biasa saja tetapi bagi kalangan il muan uraian tersebut memiliki makna yang mendalam . contohnya tentang gunung , zaghlul najar , ahli geologi muslim , menyatakan bahwa di antara fungsi gunung tersebut dalam al qur an adalah sebagai stabilisator permukaan bumi agar tidak bergetar bersama kita . dalam ayat yang lain allah juga mengatakan bahwa gunung berjalan seiring dengan awan seperti dalam firmannya .*

" dan kamu lihat gunung – gunung itu kamu sangka ia tetab di tempatnya , padahal ia berjalan sebagai jalannya awan ."

Menurut penelitian yang ada para ilmuan menyatakan bahwa sekitar 300 juta tahun yang lalu , afrika , Australia , India , dan amerika latin berkumpul di suatu tempat . kemudian tejadi pergeseran karena aliran magma dan mereka bergerak lambat saling memisah . amerika latin memisahkan diri dari afrika dan bergerak ke barat . Australia memisahkan diri dari antartika dan bergerak ke utara , sedang India bergerak dan menabrak benua asia sehingga ia terangkat menjadi himalaya . jazirah arab memisahkan diri dari afrika 5 juta tahun yang lalu . dalam hal ini gunung- gunung di tanah arab berjalan walau sangat lamban seperti juga gerakan awan.. sehingga jazirah arab setiapm tahunnya melakukan pergeseran sekitar 7 senti meter kemudian menabrak iran , maka iran sering di landa gempa dan gunungnya berlipat – lipat . itulah wujud gunung yang secara dhahir ia diam di tempatnya tapi hakekatnya adalah berjalan dan penglihatan kita tidak mampu melihatnya .

Itu hanya wakil dari sekian ayat yang menguraikan tentang ilmu pengetahuan tentang tehnologi seperti tentang refroduksi manusia dalam surat Alqiyamah (75) :36-39 tentang kejadian alam semesta dalam surat al anbiya'(21) : 30 , tentang awan dalam surat al nur (24) : 43 , tentang pepohonan yang menghijau dalam surat yasin (36) : 80 , tentang kalender syamsiyah dan qomariyah dalam surat al kahfi (18) : 25 . dan lain sebagainya .

Dalam era kontemporer seorang ilmuan ,muslim , harun yahya , telah mmenyajikan kemukjizatan al qur an tentang iptek secara apik dalam bentuk buku atau cd flmnya , begitu juga dala seminar internasional IV tetang iptek di IPTN bandug pada 29 agustus 1 septmber 1994, telah dibahas tentang"mukjizat al qur an dan assunnah tetanmg iptek " yang di antara salah satu tujuannya adalah menggagas lahirnya kesadaran kolektif umat islam akan pentingnya iptek yang banyak di sebut dalam al qur an .

C . Segi Pemberitaan Ghaib .

Ghaib adalah sesuatu yang tidak di ketahui , tidak nyata atau tersembunyi . ada sekian banyak hal yang tidak diketahui oleh manusia dalam kehidupan ini , misalnya kapan terjadi kiamat, dan kapan datangnya kematian . dari sini ghaib terbagi menjadi dua . ghaib nisbi dan ghaib mutlaq . Gaib nisbi berarti bahwa gaib bagi seseorang tetapi bagi lainnya tidak , atau pada waktu tertentu gaib tetapi pada waktu yang lain tidak lagi . Misalnya dulu orang mengetahuinya tetapi kini setelah berlaku sekian waktu hal itu tidak lagi di ketahui , atau sebaliknya dahulu orang tidak mengetahuinya tetapi kini talah mengetahui , sehingga tidak gaib lagi . Sementra gaib mutlak yaitu gaib yang tidak dapat di ketahui selama manusia berada di muka bumi ini , atau tidak mampu mengetahui nya sama sekali tentang wujudnya , seperti hakekat allah. [1]

Al- qur'an mengungkap sekian banyak hal yang ghaib diantaranya bisa diklasifikasikan menjadi dua yaitu:

Pertama , ghaib tentang masa lampau yang sekarang sebagian tidak dapat dibuktikan dan sebagian lagi dapat di buktikan dan sebagian yang lain masih belum diketahui . salah satu contohnya berita tentang tenggelamnya dan selamatnya jasad firaun . sebagai mana firman Allah SAW. Yang artinya:

" Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat mejadikan pelajaran bagi orang – orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia legah dari tanda – tanda kekuasdaan kami." ( SQ. Al – quran 10 – 92 )

Dalam buku tafsir al- quran ada keterangan yang tertulis bahwa firaun tenggelam di laut Merah ketika megejar nabi Musa As dan kaumnya [2] . Tetapi menyangkut keselamatan badannya merupakan suatu hal yag tidak diketahui siapapun pada masa Nabi Muhammad bahkan dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru tidak disinggung sama sekali . Jenazah firaun baru diketemukan oleh purbakalawan . Loret, pada tahun 1896 M dalam bentuk mumi di wadi al-Muluk ( lembah para Raja ) berada di daerah Thoba Luxor , di seberang sungai Nil , Mesir. Kemudian pada tanggal 8 juni 1907 M, Elliot Smith Membuka Mumi firaun tersebut dan ternyata jazadnya masih utuh. Pada Juni 1972 , ahli bedah Prancis, Mairice Bucaile, mendapat ijin untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa Firaun meninggal dilaut . Ini terbukti dari bekas – bekas yang memenuhi sekujur tubuhnya.[3]

Kedua , gaib masa yang akan datang yang terbukti . Salah satu contohnya tentang kemenangan Romawi setelah kekalahannya yang di sebut dalam Al- Qur'an surat Arrum ( 30) : 1-4. yang artiya :

" Alif laam Miin (1) Telah di kalahkan bangsa Romawi ( 2) Di Negeri yang terdekat Dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang ( 3) Dalam beberapa tahun lagi bagi Allahlah urusan sebelum dan sesudah ( meraka menang ) , Dan di hari ( kemenangan bangsa Romawi ) itu bergembiralah orang – orang yang beriman ( 4) . "

Pada abad kelima dam ke enam Masehi terdapat dua Negara adikuasa , yaitu Negara Romawi yang beragama Kristen dan bangsa Persia yang menyembah api. Persaingan dalam perebutan kekuasaan antara keduanya sangat sengit sampai pada pertempuiran besar . Romawi memperoleh kekalahan dari Persia pada than 614 dan sesuai dengan prediksi al- Qur'an tepat pdda saat kegembiraan kaum Muslim memenangkan perang badar pada tahun 622, bangsa Romawi memperoleh kemenangan dari Persia. [4]

Dari Segi Tasyri'

Sebagai Mahluk Sosial , manusia membutuhkan mahluklain dalam melangsungkan kehidupan ini. Maka untuk mengatur kelangsungan hidup tersebut al- Qur'an memberikan aturan – aturan tersebut dengan syariat. Dari sisi yang paling kecil yaitu dalm diri manusia al Qur'an memberikan aturan sehingga akidahnya menjadi mantap ( Qs. 6. : 102 ) setelah itu bertingkat ketingkat taqlif yang lebih tinggi yaitu kewajiban beribadah kepada Allah seperti sholat ( Qs, 22: 77 ) , Puasa ( qs, 2: 182) Zakat ( QS,23: 56) dan Haji ( QS, 196) Kemudian aturan tersebut meluas sampai pada sekup yang lebih luas yaitu kehidupan social masyarakat dari keluarga sampai pada Negara. [5]

Secara sederhana bahwa al- qur'an merupakan undang – undang pari purna yang menegakkan kehidupan manusia diatas dasar konsep yang palin utama . Dan kita sebgai orang yang beriman tidak mengingkari bahwa al- Qur'an telah memberi pengaruh besar yang dapat mengubah wajah sejarah dunia . maka dari itu manna' al Qottan menjadikan tasyri' al –Qir'an sebagi bukti kemukjizatan al – quran karenanya ia sejajar dengan kemi'jizatan al – Qur'an lainnya seperti , kebahasaan , dan isyarat ilmiyah.[6]

Penutup

Sebagai kesimpulan dan penutup , pemakalah inginmengutip sebuah ayat al-Qur'an sebagai bahan renungan bagi kita semua. Yang artimya :

" Alif laam miin ( 1) Kitab al – Qur'an ini tidak ada keraguan padanya ; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa ( 2 ).

Dari pembahasan di atas masihkah kita sebagai orang beriman meragukan keotentikan al- Qur'an ? Masihkan kita tidak percaya bahwa al- Qr'an itu dating dari Allah , Tuhan yang maha Tahu atas segalanya ? kalau qita masih ragu bagai mana al – Qur'an akan bisa menjadi hudan bagi kita. Al – Qur'an akan menjadi hudan bagi mereka yang memiliki hati yang salim, hati yang takut pada Allah smata, , Hati yang ketika mengetemukan sesuatu yang luar biasa dalam al-Qur'an langsung mempercayainya.



[1] M, Quraish shihab , Mukjizat, 193-194.

[2] Ibnu Kastir, Tafsir Al- Qur'an Al – Azim, jilid 2 ( Kairo Darol Qalam li at Turast, T.T), 515.

[3] M Quraish shihab, Mukjizat 213 – 214: idem, lentera , 28

[4] M Qurash Shihab , Mukjizad al-Qur'an 213 – 214 ; idem Lentera , 28.

[5] Manna' Khalil al – Qattan , Studi Ilmu – ilmu al- Qur'an Litera Antar Nusa ) 275 – 280 .

[6] Mukhotim el Mukri Dkk , Klasifikasi ayat- ayat al Qur'an bab Syariah dengan bab Aklhlak ( bandung ; Fa Sumatra, 1995 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar