Selasa, 29 September 2009

PENGEMBNGAN KURIKULUM




MATAKULIYAH :PENGEMBNGAN KURIKULUM




1. Jelaskan pengertian kurikulum?

a. Menurut Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan pengajaran pengertian kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar- mengajar dibawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. [1]

b. Menurut beauchamp pengertian kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran.[2]

c. Menurut J. Galen saylor dan william M.Alexander ,kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan kelas, dihalaman sekolah atau diluar sekolah termasuk kurikulum kurikulum juga meliputi apa yang disebut dengan kegiatan ekstra kurikuler.[3]

d. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.[4]

Dari bebrapa pengertian tentang kurikulum tersebut dapat kami simpulkan bahwa kurikulum adalah merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetinsi dasar, materi standart dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan.

2. Menurut saudara, bagaimana terjadinya perubahan kurikulum?

Perubahan kurikulum ini terjadi bisa saja terjadi disebabkan karena dirasakan adanya kekurangan dalam keadaan, sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama akan tetapi jika perubahan itu terjadi atas paksaan dari pihak atasan, biasanya tidak akan bertahan lama atau akan segera luntur dan haya diikuti secara formal dan lahiriyah.

Menurut para ahli sosiologi perubahan terjadi pada tiga fase yaitu

a. fase inisiasi yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarakan dengan menjelaskan sifatnya, tujuan, dan luas perubahan yang ingin dicapai.

b. Fase legitimasi, yaitu saat orang menerima ide perubahan itu.

c. Kongruensi, yaitu saat orang mengadopsinya dan menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus, agar tidak terdapat perbedaan nilai antara penerima dan pencetus perubahan.[5]

3.Menurut saudara apakah dengan adanya perubahan kurikulum menjadi jaminan terhadap peningkatan kualitas pendidikan? jelaskan !

Untuk sementara ini, kami menjawab belum tentu, karena perubahan itu sendiri tidak sama dengan perbaikan akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu sedang perubahan adalah pergeseran posisi, kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan tapi juga bisa memperburuk keadaan. salah satu contoh perubahan guru pengajar dari guru A yang mengajar Fisika memang seorang ahli. Dirubah dengan seorang guru B ia tidak pada ahlinya apakagi di tambah kurang responya murid terhadap guru tersebut. Dari perubahan ini akhirnya akan mengalami kegagalan atau memperburuk keadaan.

Dengan demikian bila perubahan kurikulum yang dilakukan itu bersifat otoritas atau indoktrinisasi tanpa mengakui kemampuan guru, dan dukungan masyarakat maka perubahan itu tidak akan efektif. Tapi bila perubahan itu dilakukan dengan menyesuaikan dengan ”kebudayaan” mengakui peranan guru, dan responsif terhadap terhadap kebutuhan, maka insa allah perubahan itu akan meningkatkan kualitas pendidikan.

4.Menurut analisis saudara bagaimana implikasi KTSP disekolah?

Sebelu kami membahas lebih lanjut mengenai bagai mana implikasi KTSP di sekolah, terlebih dahulu kami akan kami sajikan mengenai tujuan umum dari pada diterapkannya KTSP itu sendiri. Menurut E Mulyasa secara umum tujuan dari pada KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk menlakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Secara akhusus tujuan dari pada KTSP adalah untuk: (1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum serta memberdayakan sumber daya yang tersedia. (2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengembangan bersama. (3) Menngkatkan kompetensi yang sehat antar satuan satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan di capai.

Dari beberapa tujuan tentang KTSP di atas memang baik dan bagus, namun dalam mengaplikasikan KTSP itu sendiri, tentnya tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan, tetapi kita pertama harus melihat tentang beberapa masalah, serta keadaan sebenarnya yang berada di sekolah-sekolah terutama sekolah yang berada di plosok negeri ini, ada yang kekurangan guru pengajar sehingga dalam pelaksanaanya dapat kami katakan” yang penting ada yang mengajar”, adanya guru yang asal ada, maksud kami kemampuan guru itu masih diragukan tentang kredibilitas dan kualitasnya ini tentunya mengalami kesulitan untuk melaksanakan KTSP disamping kurangnya berbagai fasilitas yang seharusnya harus ada dan lain sebagainya. Berbagai masalah yang berada di sekolah-sekolah itu ternyata tidak hanya dialami oleh sekolah di plosok kota itu saja namun di daerah metropolitanpun masih tidak ketinggalan dalam berbagai masalah ini. Hal ini dapat dibuktikan dari Hasil pantauan ke sejumlah sekolah di Jakarta, menunjukkan bahwa kesulitan dan kerumitan itu terutama dirasakan oleh guru di sekolah yang tidak sempat merasakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Tiba-tiba kini mereka diarahkan menjalankan kurikulum tingkat satuan pendidikan. [6] Namun, sejauh ini guru dan sekolah sebagai pelaksana masih meraba-raba penerjemahan kurikulum tersebut. Mereka juga khawatir kekurangan buku pegangan sebagai bahan ajar.

Dari berbagai masalah tersebut diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa pengaplikasian kurikulum KTSP yang dilaksanakan saat ini masih banyak mengalami kesulitan yang dihadapi.



[1] Nasution, kurikulum dan pengajaran,(Jakarta, PT bumi aksara, 2006),hlm.5

[2] Nana syaodih sukma dinata, pengembangan kurikulum teori dan praktek,(bandung PT remaja rosda karya offset,2006),hlm.5

[3] Nasution, asas- asas kurikulum,(Jakarta, PTbumi aksara, 2005), hlm. 4

[4]http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/08/pengertiankurikulum/Pengertian Kurikulum (diakses senin 30-11-2008 )

[5] Ibid, nasution,asas-asas,halm.123

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar