Selasa, 29 September 2009

EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME SUMBER DAYA GURU MADRASAH

EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME

SUMBER DAYA GURU MADRASAH

A. Latar Belakang Masalah

Upaya peningkatan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun selalu menjadi program pemerintah. Salah satunya dengan ditetapkannya UU. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.[1]Kualitas pendidikan ditentukan oleh penyempurnaan integral dari seluruh komponen pendidikan seperti profesionalitas guru, penyebaran guru yang merata, kurikulum, sarana dan prasarana yang memadai, suasana PBM yang kondusif, dan kualitas guru yang meningkat dan didukung oleh kebijakan pemerintah.

Profesionalisme guru secara konsinten menjadi salah satu faktor terpenting dari mutu pendidikan. Guru yang profesional mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan lingkungan. Namun, untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas yang mudah. Perkembangan kualitas lembaga pendidikan Islam atau yang di sebut dengan madrasah yang bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan perkembangan profesionalisme guru. Tantangan yang dihadapi dalam bidang manajemen, selama ini tampak bahwa sebagian besar lembaga pendidikan Islam atau madrasah belum dikelola secara memadai, untuk mengadakan upaya profesionalisme umumnya masih sangat rendah terutama yang berada di daerah pedesaan..

Kondisi lembaga pendidikan madrasah yang masih memprihatinkan terutama di bidang manajemennya, ini mulai berubah pada awal tahun 90-an dengan munculnya sekolah-sekolah berbasis Islam atau madrasah yang mengeksiskan dirinya untuk menjadi lembaga pendidikan yang siap menghadapi perkembangan zaman. Salah satu perkembangan yang mencolok dalam perkembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia adalah munculnya sekolah-sekolah elit muslim yang lebih dikenal sebagai “Sekolah Islam Unggulan”. Keunggulan sekolah itu diukur dari prestasi akademik maupun non akademik begitu juga dari segi guru[2].

Berdasarkan uraian di atas, pentingnya pengembangan profsionalisme sumber daya manusia khususnya guru di Madrasah, maka diperlukan bentuk dan upaya-upaya dalam pengembangan profesionalitasnya. Apalagi kenyataan di lapangan tantangan yang dihadapi madrasah sangatlah kompleks, tampak bahwa sebagian besar madrasah belum dikelola secara memadai, karena kurang profesionalismenya didalam manajerialnya, untuk mengadakan perbaikan atau upaya pengaturan yang profesional. Diperlukan pula evaluasi program untuk menilai dan membandingkan perkembangan yang terjadi, sehingga langkah selanjutnya dapat mengetahui dan menentukan kebijakan program manajemen pengembangan profesionalisme sumberdaya guru madrasah yang bagai mana?. Yang pantas dan cocok dengan kebutuhan madrasah yang di kelolah. Dan hal ini bisa masuk pada suatu rencana manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya, agar program pengembangan di madrasah bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Dalam langkah selanjutnya diperlukan juga kerja sama yang baik antara pengelola dan guru secara bersama-sama, dan terorganisir sehingga tujuan yang diinginkan dapat dilaksanakan dengan baik.

Dari beberapa uraian tersebut diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam tulisan ini adalah: Apakah yang dimaksud dengan evaluasi program manajemen ? dan apa upaya yang akan dilakukan dalam kegiatan evaluasi program nanajerial perofesionalisme guru madrasah?

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin mengetahui bagaimana upaya dan proses evaluasi manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah.

C. Tujuan Masalah.

1). Ingin mengetahui pengertian Evaluasi program manajemen

2). Ingin mengetahui upaya apa yang dilakukan dalam kegiatan evaluasi program manajemen pengembangan profesionalisme guru

D. Pengertian Evaluasi program Manajemen

program adalah rencana dan kegiatan yang direncanakan dengan seksama. Jadi dengan demikian maka pengertian evaluasi program adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui dan menilai benar apa tidak atau dengan kata lain Evaluasi program adalah keingintahuan penyusun program untuk melihat apakah tujuan program sudah tercapai atau belum. Jika sudah tercapai bagaimana kualitas pencapaian kegiatan tersebut, jika belum tercapai bagaimanakah dari rencana kegiatan yang telah dibuat yang belum tercapai, apa sebab bagian rencana kegiatan tersebut belum tercapai, adakah factor lain yang mempengaruhi ketidakberhasilan program tersebut. Menurut Arikunto (1999: 290) "Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat keberhasilan program". Ada beberapa pengertian tentang seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan.

Manajemen ialah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan[3]. Yang di maksud sumber disini mencakup orang-orang, alat-alat, media bahan-bahan, uang, sarana dan prasarana semuanya diarahkan dan di koordinasi untuk mencapai tujuan.

Pemberdayaan dan akuntabilitas guru baik dalam pengembangan profesionalitas sebagai seorang pendidik tentunya tidak lepas dari beberapa syarat yang penting dalam proses manajemen serta dasar yang harus selalu dilakukan, untuk mencapai tujuan yang dinginkan. Hal ini di lakukan karena guru memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengambilan keputusan dengan berpartisipasi dalam perencanaan, pengembangan, monitoring, dan peningkatan program pengajaran di dalam sekolah dengan kata lain guru adalah merupakan menejer atau pemimpin dalam mengelolah suatu lembaga pendidikan, sehingga keberhasilah dalam dunia pendidikan tergantung dari keprofesionalannya dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen atau kepemimpinannya.

Miftah toha menyatakan Kepemimpinan adalah suatu aktifitas untuk mempengaruhi aktivitas orang lain, agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.[4] Sedangkan Suhardiman Yuwono menyatakan Kepemimpinan tidak lain pada hakekatnya adalah kemampuan seseorang untuk mengajak orang-orang bekerja sama melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mewujutkan tujuan efektif dan efesien dalam usaha menyenangkan.[5]

Dari beberpa pendapat tersebut maka dapat diabstraksikan bahwa kemampuan menejerial dalam melakasnakan tugas tidak akan lepas dari fungsi manajemen dalam rangka pengembangan profesionalitas dan sumberdaya guru madrasah. atau yang lainya. Hal ini dilakukan karena berhasil tidaknya dalam pengembangan prosesionalitas dan sumber daya guru itu tergantung dari mampu tidaknya sebagai seorang pemimpin untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan baik.

Fungsi-fungsi manajemen telah di kemukan oleh para sarjana yang dikutip oleh M. Manulang dalam karyanya yang berjudul Dasar-dasar manajanemen. Diantaranya:

1. Laous A. Allan : leading, Organising, Planning, Controling.

2. Prajudi Atmosudarjo: Planning, Organising, Motivating, Actuating, Controling.

3. Winardi SE. : Planning, Organising, Coordinating, Actuating, leading, Comonikating, controlling.[6]

Pada hakekatnya bila dikombinasikan dari ketiga sarjana tersebut diatas, maka fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

1. Planning.

5. Motivating.

2. Organising.

6. Leading.

3. Actuating

7. Comonikating

4. Coordinating

8. Controling.

Dari beberapa fungsi manajemen tersebut maka dalam evaluasi program pengembangan propesionalitas dan sumber daya guru madrasah penulis batasi pada sebagian fungsi manajamen sebagai berikut;

a. Perencanaan

b. Pengorganisasian

c. Koordinasi.

d. Komonikasi.

e. Pengawasan.

Setelah beberapa pengertian dan pembatasan fungsi manajerial jelas ditetapkan, maka yang dimaksud dengan; evaluasi program manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah, tidak lain adalah penilaian tindakan program manajerial dalam sebuah madrasah atau lembaga pendidikan yang berbasis pendidikan Islam, yang meliputi; perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, komonikasi, dan pengawasan. Sehingga dapat dan mampu untuk mengembangkan..profesioanalisme sumber daya guru madrasah yang diinginkan, sesuai dengan kebutuhan atau tidak, atau apakah sesuai dengan program atau tidak, dalam hal ini diperlukan evaluasi.

E. Upaya yang Dilakukan Dalam Kegiatan Evaluasi Program Manajemen Pengembangan Profesionalisme Guru

Untuk lebih jelasnya penulis uraikan dari masing-masig upaya yang dilakukan dalam tindakan manajerial dalam rangka pengembangan manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah, ini penting untuk di ketahui karena sebagai bahan dasar untuk mengevaluasi benar tidaknya di dalam tindakan manajerial yang dilakukan sebagai mana berikut.

a. Perencanaan

Umum dilakukan oleh setiap orang yang berakal normal dalam melakukan suatu kegiatan apapun saja, pasti diawali dengan perencanaan atau yang dikenal dalam pengertian yang lain, adanya niat yang sempurna. Apabila kegiatan itu timbul dari inisiatip sendiri itu adalah merupakan langkah awal dari suatu kegiatan seseorang atau organisasi untuk mencapai tujuan yang di harapkan.

Perencanaan didalam menajemen pengembangan profesionalitas sumberdaya sangat diperlukan, baik didalam menyelesaikan tugas maupun sebagai alat yang dapat membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Dan dengan adanya suatu perencanaan yang matang serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, dapat di jadikan pedoman bagi pelaksanaan di dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Sebab apabila didalam melakukan suatu pekerjaan tanpa diawali perencanaan yang matang maka pekerjaan itu tidak dapat diselesaikan dengan optimal dan efesien.

Pandangan diatas diperkuat oleh pendapat Q.U. Efendy beliau menyatakan bahwa “plaining atau perencanaan adalah aktivitas menetapkan tujuan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan”.[7] Dari pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan adalah merupakan rangkaian kegiatan secara teratur yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Suatu perencanaan dalam sebuah menajeman baik berupa organisasi kecil atau besar, harus diatur dengan baik, serta harus memenuhi unsur-unsur yang harus ada didalam suatu perencanaan diantaranya:

1). What : Apa yang akan dikerjakan. Ini menyangkut tujuan

2). Where :Dimana akan dikerjakan, ini menyangkut lokasi karenanya harus dipertimbangkan dengan tepat.

3). How : Bagaimana cara mengerjakan, ini berhubungan dengan tata cara melaksanakan kegiatan.

4). Who : Siapa yang mengerjakan, hal ini berhubungan dengan orang yang melaksakan.

5). When : Kapan dikerjakan, ini menyangkut masalah waktu pelaksanaan.

6). Why : Mengapa dikerjakan, ini menyangkut kegunaan manfaat dan kegiatan.

Apabila unsur-unsur tersebut telah dapat dipakai sebagai pedoman dalam perencanaan pelaksanaan tugas, maka pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan sempurna.

b. Pengorganisasian.

Didalam manajemen suatu organisasi atau perkumpulan baik itu berupa pengembangan profesionalisme guru atau yang lainnya, tidak dapat dikerjakan oleh satu orang saja, tetapi harus dikerjakan secara bekerja sama diantara anggota-anggota kelompok sehingga dengan demikian maka diperlukan pembagian tugas atau yang disebut sebagai pengorganisasian untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan demikian, maka organisasi merupakan suatu wadah bagi manusia atau kelompok manusia untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan dalam sebuah kelompok organisasi diperlukan atau harus adanya pemimpim dan yang dipimpin dalam melakukan kegiatannya. S.P. Siagian mengatakan: “Pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan”,[8]

Sedangkan menurut O.U Efendy “pengorganisasian adalah kegiatan membagi-bagikan tugas kepada komponin-komponin aktivitas di antara para anggota kelompok[9] Dari beberapa pendapat tersebut dapat penulis tarik kesimpulan, bahwa pengorganisasian adalah penyusunan dan pembagian tugas kepada masing-masing anggota didalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan sebelumnya.

Agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik maka ada sesuatu yang perlu diperhatikan dan harus di jadikan sebagai pedoman sebagai prinsif organisasi, diantaranya adalah

1) harus menentukan tujuan yang jelas.

2) Harus ada sesuatau komando yang mengarah pada satu kesatuan.

3) Harus ada pembagian kerja yang baik dengan struktur organisasi yang jelas.

4) Harus ada pelimpahan wewenagn dan tanggung jawab.

5) Harus tersedianya alat – alat yang digunakan dan mencukupi menurut kebutuhan.

c. Koordinasi.

Koordinasi adalah merupakan fungsi manajeman yang dijalankan oleh seorang pimpinan. Koordinasi yang dimaksud adalah sebagai usaha menyatukan kegiatan-kegiatan dari satuan-satuan kerja (unit) organisasi bergerak sebagai kesatuan yang bulat guna melaksanakn sekuruh tugas organisasi untuk mencapai tujuan[10]

d. Komonikasi.

Komonikasi adalah merupakan suatu proses penyampaian impormasi dari seseorang kepada orang lain. Atau juga dapat dikatakan komonikasi adalah merupakan proses penyampaian berita dari suatu sumber berita kesuatu tenpat tujuan. Adapun yang perlu dilakukan dalam proses pengembangan profesionalisem adalah perlunya sarana penerangan-penerangan atau penyuluhan-penyuluhan, pelatihan-pelatihan tentang materi ajar yang diperlukan.

e. Pengawasan

Pengawasan merupakan salah satu fungsi yang terakhir dari manajemen yang harus dilakukan oleh atasan atau pimpinan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Pengawasan ini mempuyai fungsi untuk mengetahui apakah pelaksanaan kerja sesuai dengan rencana atau tidak, disamping itu juga untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Pengawasan ini dilakukan dengan harapan dapat menekan sekecil mungkin penyimpangan dalam pelaksanaan tugas serta melakukan tindakan bila terjadi penyimpangan terhadap tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepada setiap anggota.

Sesuai dengan beberapa pengertian tersebut diatas, maka definisi operasional dalam penilaian atau pengevaluasian data dalam evaluasi program manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah dalam penulisan makalah ini, adalah merupakan standar atau ukuran gejala gejala yang dipergunakan sebagai alat pengevaluasian. Sehingga dengan pengukuran tersebut akan diperoleh gambaran tentang evaluasi program manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah. Adapun standart yang penulis gunakan adalah sebagai berikut;

1). Perencanaan pengembangan profesionalisme dapat di ukur dari:

. Usulan mengenai pengembangan profesionalisme guru

. Usulan mengenai penetapan dana apakah dari guru atau dari yayasan.

. Tertulis tidak mengenai bentuk rencana pengembangan profesionalisme guru yang akan di lakukan.

2). Pengorganisasian dapat diukur atau di evaluasi dari:

. Ada tidaknya struktur pengembangan profesionalisme guru.

. Ada tidaknya pembagian tugas , delegasi wewenang dan tanggung jawab dalam pengembagan profesioanaisme.

. Digunakan atau tidak sarana yang ada.

3). Koordinasi dapat diukur atau di evaluasi dari:

. Sering tidaknya penyelenggaraan rapat tentang propesioanalisme guru.

. Frekwensi tingkat kehadiran dalam rapat.

. Sering tidaknya adakan bimbingan tentang propesioanalisme sesuai dengan bidang study yang bersangkutan.

4). Komonikasi dapat dikukur atau di evaluasi dari:

. Sering tidaknya pemberian keterangan dari pimpinan atau kepala madrasah

. Sering tidaknya adanya konsultasi baik antara kedua pihak pimpinan atau atasan.

. Ada tidaknya sarana komonikasi.

5). Pengawasan dapat di ukur di evaluasi dari:

. Adanya pengembangan profesionalisme sumberdaya guru atau tidak

. Pernah tidaknya pengadaan perbaikan pengembagan profesioanalisme guru madtarasah

. Pernah tidaknya pengelola atau pimpinan madrasah mengambil tindakan.

6). Pengembangan profesionalisme guru dapat diukur di evaluasidari:

. Ada tidaknya Peningkatan profesionalisme

. Cukup tidaknya sarana untuk pengembagan profesionalisme.

. Hasil profesionalisme guru sebelum diadakan evaluasi program manajemen

. Hasil profesioanalisme guru sesudah diadakan evaliuasi program najemen.

F. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penulisan ilmiyah terutama dalam penelitian lapangan diperlukan beberapa teknik untuk pengumpulan data hal ini di lakukan sebelum diadakannya penganalisaan data. Dalam penulisan ini oenulis menggunakan beberapa metode pengumpilan data yang digunakan sebagai mana berikut:

1. Teknik observasi

Adalah merupakan salah satu metode ilmiyah, observasi dapat diartikan sebagai persyaratan dan pencatatan sesuai dengan fenometa – fenomena yang di selidiki. Berpandangan dengan pendapat tersebut, maka observasi adalah merupakan metode penmgumpulan data dengan jalan mengamati obyek penelitian secara langsung kelapangan untuk mengamati hal-hal yang berhubungan dengan masalah pengembangan profesionalisme guru madrasah.

2. Teknik Questioner

Questioner dalam penelitian atau dalam penulisan ilmiyah adalah merupakan alat utama dalam ramgka pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden secara langsung, supaya responden yang dinberi pertanyan dapat memberikan keterangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau exseistensi masyarakat yang ada.

Adapun teknik questioner yang penulis ketahui saat ini itu ada dua tipe sebagai berikut:

a). Questioner tipe isian yaitu di mana responden yang diberi pertanyaan itu diminta memberi jawaban secara bebas terhadap pertanyaaan-pertaan yang ada.

b). Questioner tipe pilihan yaitu bahwa item dari questioner tipt pilihan Cuma meminta responden untuk memilih salah satu jawaban ( alternativ) yang sudah di sediakan.

3. Interviewe:

Menurut Sutrisno Hadi mengatakan bahwa interview adalah : ”sebagai salah satu tanya jawab lisan dalam mana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik yang satu dapat melihat yang lain dan mendengarkan dengan telinga sendiri suaranya tanpak merukan alat pengumpul informasi yang langsung tentang beberpa jenis data sosial baik data terpendam (laten) maupun data manefes”.

Penggunaan teknik tersebut, digunakan karena dapat dipakai sebagai pelengkap di samping teknik-teknik yang lainnya.

4. Dokumentasi.

Winarni Surahman mengatakan bahwa dokumentasi diartikan sebagai laoran tertulis dari suatu peristiwa dan ditulis dengan segaja untuk menyimpan atau merumuskan keterangan mengenai peristiwa

G. Analisa Data

Sebagai mana telah di kemukan di muka bahwa untuk mengetahui kebenaran dalam sebuah penelitian ini di pergunakan metode statistik, yaitu dengan data yang di peroleh melalui interview, dokumentasi dan questioner atau pertanyaan – pertanyaan yang telah penulis berikan kepada responden pada obyek yang di teliti.

Untuk mendapatkan kejelasan mengenai evaluasi manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah. Maka penulis mengunakan beberapa indikator yang di gunakan sebagai alat ukur diantaranya adalah mengenai aktifitas yang dilakukan dalam manajemen pengembangan profesioanaliasem guru sebagai mana berikut:

1. Perencanaan

. Usulan mengenai pengembangan profesionalisme guru

. Usulan mengenai penetapan dana apakah dari guru atau dari yayasan.

. Tertulis tidak mengenai bentuk rencana pengembangan profesionalisme guru yang akan di lakukan

Dalam sebuah manajamen, perencanaan merupakan sesuatu yang dapat menentukan jelas atau tidaknya dalam pelaksaaan tujuan bersama sehingga dalam perencanaan maka diperlukan keikut sertaan dari semua pihak apakah dari guru atau dari yayasan madrasah yang menetapkan perencanaan. Untuk mendaptkan support dari masyarakat untuk pelaksanaan perencanaan tersebut , maka baik pula kalau unsur-unsur yang ada didalam kelompok atau masyarakat diikut sertakan di dalam perencanaan tersebut.

2. Pengorganisasian.

. Ada tidaknya struktur pengembangan profesionalisme guru.

. Ada tidaknya pembagian tugas , delegasi wewenang dan tanggung jawab dalam pengembagan profesioanaisme.

. Digunakan atau tidak sarana yang ada.

Setelah penulis mengetahui dari pengorganisasian pengembangan profesionalisma yang ada dapat dikatakan baik dengan standart yang tinggi nilainya. Dan keadaan ini disebabkan karenma struktur organisasi yang disertai oleh adanya pembagian tugas , delegasi wewenang dan menggunakan sarana yang yang disertai dengan tangung jawab dalam pelaksanaan manajemen pengembangan yang dilakukan. Akan mengalami kejelasan dan tanggung jawab sehingga sampai pada tujuan yang akan di capai.

3. Koordinasi.

. Sering tidaknya penyelenggaraan rapat tentang propesioanalisme guru.

. Frekwensi tingkat kehadiran dalam rapat.

. Sering tidaknya adakan bimbingan tentang propesioanalisme sesuai dengan bidang study yang bersangkutan.

Setelah penulis mengetahui adanya koordinasi yang didalamnya ada pengintegrasian , penyelenggraan rapat dan bimbingan. Serta adanya rapat untk mencapai tujuan manajemen pengembangan sumberdaya guru madrasah maka dengan secara otomatis maka akan tercipta pula pemprosesan informasi baru untuk mencapai tujuan manajemen. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pengorganisasian yang baik atau efesien harus adanya pengintegrasian tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan terpisah untuk mencapai tujuan manajenen yang baik dan efektif

4. Komonikasi.

. Sering tidaknya pemberian keterangan dari pimpinan atau kepala madrasah

. Sering tidaknya adanya konsultasi baik antara kedua pihak pimpinan atau atasan.

. Ada tidaknya sarana komonikasi.

Dalam manajemen pengembangan sumberdaya profesionalisme guru madrasah proses komonikasi dapat terjadi untuk tujuan manajemen yang diinginkan, karena melalui sarana komonikasi yang ada. Maka dengan begitu akan terjadi kolaborasi antara bawahan dan atasan , sehingga terjadi komonikasi yang efektif yang dapat menunjang terhadap kelancaran dalam kegiatan manajemen pengembangan profesionalisme guru madrasah yang diinginkan.

Selain dari hal tersebut pemberian keterangan dari pimpinan , adanya konsultasi antara bawahan dan atasan serta di lengakapinya sarana komonikasi yang ada, akan mengakibatkan anggota manajemen akan semakin mengerti serta dapat membedakan mana kekurangan dan perkembangan yang telah di capai serta apa yang dapat menimbulkan kesulitan serta suatu yang dapat menimbulkan ketidak efektifan dan menggagnggu dalam program pengembagan manajemen yang di inginkan.

5. Pengawasan.

. Adanya pengembangan profesionalisme sumberdaya guru atau tidak

. Pernah tidaknya pengadaan perbaikan pengembagan profesioanalisme guru madtarasah

. Pernah tidaknya pengelola atau pimpinan madrasah mengambil tindakan.

Hal ini dilakukan dalam proses manajemen dengan tujuan supaya dapat mengukur pengembangan profesionalisme yang dinginkan atau tujuan bersama dalam kelompok madarasah sehingga dengan pengwasan ini dapat pula ditemukan jalan keluar dari beberapa hal-hal yang dapat menghambat terhadap terhadap rencana manajemn yang diharapkan dan melanjutkan langkah kedepan yang lebih baik

6. Pengembangan profesionalisme guru dapat diukur di evaluasidari:

. Ada tidaknya Peningkatan profesionalisme

. Cukup tidaknya sarana untuk pengembagan profesionalisme.

. Hasil profesionalisme guru sebelum diadakan evaluasi program manajemen

. Hasil profesioanalisme guru sesudah diadakan evaliuasi program najemen.

Adanya peningkatan profesionalisme ini digunakan untuk mengetahui tentang ada tidaknya pekembangan profesionalisme yang dihasilkan dari proses manajemen yang dilakukan. Sehingga dalam proses ini di perlukan gambaran tentang paroses sebelum terjadinya manajemen dan gambaran terjadimya proses pengembang profesioanalisme sesudah terjadinya peroses manajemen. Sehingga dengan demikian kita akan dengan jelas akan mengetahui perkembangan yang ada.

H. Kesimpulan

Dari beberapa permasalah yang telah diuraikan di muka maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Manajemen Pengembangan Profesionalisme Sumber Daya Guru Madrasah. Akan dapat dengan mudah terlaksana jika dalam prosesnya selalu mengunakan dan berpedoman pada fungsi manajemen yang baik Diantaranya adalah adanya perumusan dan tujuan yang jelas, menetapkan suatu struktur organisasi, mengadakan pembagian kerja. delegasi kekuasaan atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab, tingkat-tingkat pengawasan, menyususn alat yang digunakan, adanya kesatuan komando atau perintah dan tanggung jawab, dan adanya koordinasi yang baik.

Selain dari pada itu pada itu manajemen pengembangan profesionalisme sumber daya guru madrasah. Akan dapat dengan mudah terlaksana apabila mengenal beberpa faktor yang dapat mendorong upaya pengembangan profesionalisme guru di Madrasah yang meliputi: (a) adanya kecocokan atau kesesuaian visi, misi dan target lembaga sebagai madrasah unggulan, (b) guru dianggap sebagai ujung tombak dalam meningkatkan mutu sekolah, (c) dukungan dan otoritas penuh dari yayasan, khususnya dalam hal pendanaan. (e) standar mutu pendidikan yang semakin tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sismanto, “Analisis Pengembangan Profesionalisme Guru pada Lembaga Pendidikan Islam di Kota Malang “,Posted on, 31 May 2007: http:/ /mkpd.wordpress. com/2007 /05/31/analisispengembangan-profesionalisme-guru-pada-lembaga-pendidikan- islam-di-kota-malang/ (Diakses 23-12-08).

2. Made pidarta, Manajemen pendidikan Indonesia,(Jakarta: PT Renika Cuipta, 2004)

3. Miftah Thoha, Prilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, ( Jakarta: CV Raja Wali, 1983)

4. Suhardiman Yuwono, Kepemimpinan dalam Organisasi Aparatur Pemerintah,( Yogyakarta: Penerbit Alumni Bandung, 1983)

5. M. Manulang,Dasar-dasar Manajemen,(Jakarta: Galio Indonesia, 1981)

6. O, U. Efendy, Humanan Relation dan Human Relation dalam Manajemen,(Yoguakarta: Alumni Bandung, 1983)

7. SP. Siagian,Filsafat Administrasi, (Jakarta: PT Gunung Agung, 1984)

8. Suharno Handoyo Diningrat, Administrasi pemerintahan Dalam pembangunan Nsional,( Jakarata: Gunung Agung, 1982)

9. Sukarno,Manajemen, (Jakarta: Barata, 1975),

10. M. Manulang, Dasar-dasarr Manajemaen,(Jakarta: Galio Indonesia, 1988)



[1] Sismanto, “Analisis Pengembangan Profesionalisme Guru pada Lembaga Pendidikan Islam di Kota Malang “,Posted on, 31 May 2007: http:/ /mkpd.wordpress. com/2007 /05/31/analisispengembangan-profesionalisme-guru-pada-lembaga-pendidikan- islam-di-kota-malang/ (Diakses 23-12-08).

[2] Ibid Sismanto, “Analisis Pengembangan Profesionalisme Guru.

[3] Made pidarta, Manajemen pendidikan Indonesia,(Jakarta: PT Renika Cuipta, 2004), hlm 3

[4] Miftah Thoha, Prilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, ( Jakarta: CV Raja Wali, 1983)hlm,232

[5] Suhardiman Yuwono, Kepemimpinan dalam Organisasi Aparatur Pemerintah,( Yogyakarta: Penerbit Alumni Bandung, 1983), hlm. 1.

[6] M. Manulang,Dasar-dasar Manajemen,(Jakarta: Galio Indonesia, 1981),hlm.64

[7] O, U. Efendy, Humanan Relation dan Human Relation dalam Manajemen,(Yoguakarta: Alumni Bandung, 1983) hlm.6.

[8] SP. Siagian,Filsafat Administrasi, (Jakarta: PT Gunung Agung, 1984),hlm.116.

[9] Ibid. OU. Efendy, Human relation..hlm 7.

[10] Suharno Handoyo Diningrat, Administrasi pemerintahan Dalam pembangunan Nsional,( Jakarata: Gunung Agung, 1982), Hlm 117.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar