Selasa, 05 Januari 2010

PENDIDIKAN DAN SISTEM

PENDIDIKAN DAN SISTEM



BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Suatu kenyataan yang yang tampak jelas dalam dunia pendidikan dimana pendidikan tersebut diharapkan bisa diterima oleh semua pihak. Pendidikan sebagai sistem terdiri dari sejumlah komponen antara lain, sistem baru (raw input), tamatan (out put), instrumental input (guru kurikulum).

Ilmu pendidikan juga akan memperhatikan perubahan tata nilai yang terjdi dalam masyarakat. Disamping itu ilmu pendidikan harus memahami peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan,dlam ekonomi dan politik kita. Sebabnya ialah pendidikan mempunyai kewajiban untuk mengantarkan para peserta didik memasuki masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan yang mendasar dalam kehidupan ekonomi dan kehidupan politik.

Ilmu pendidikan juga diterima sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan tergolong baru, sekitar abad (+1895) melalui gerakan “Autonomi pedagogik” yang berlangsung di Amerika dan Eropa yang mula-mula sekali memakai istilah ilmu pendidikan ialah J.C Greiling.

Adapun istilah yang ditinjau dari sisi ilmiah, para ahli pendidikan memiliki bebrapa pandangan:

1. Pendidikan identik dengan pengajaran

2. Pendidikan dan pengajaran tidak sama, tapi memiliki hubungan erat.

3. Pendidikan dan pengajaran berbeda dari segi kelambagaan.

Mengajar bukan hanya menyampaikan paham pelajaran pada siswa, tetapi merupakan suatu proses upaya dalam membimbing dan menfasilitasi siswa supaya dapat belajar secara efektif dan efisien. Keberhasilan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. Oleh karna itu, guru harus memiliki kemampuan dalam memilih, mengembangkan dan menerapakn berbagai metode mengjar dalam mencapai tujuan pembelajaran.

  1. RUMUSAN MASALAH

1. pengertian pendidikan

2. pengertian sistem

  1. TUJUAN

1. Agar kami lebih memahami tentang pengertian pendidikan dan sistem

2. lebih memahami pengertian pendidikan sebagai sistem

3. memenuhi tugas yang telah dibebankan kepada kami


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENDIDIKAN

Tidak mudah mendifinisikan apa sebenarnya pendidikan itu, menurut Achmad Tafsir, di sebabkan oleh beberapa hal:

1. banyaknya jenis kegiatan yang dapat disebut sebagai kegiatan pendididkan, yakni; kegiatan pendidikan oleh diri sendir, kegiatan pendidikan oleh lingkungan, dan kegiatan pendidikan oleh orang lain terhadap orang tertentu.

2. luanya aspek yang dibina oleh pendidikan; ada aspek jasmaniah, akal dan aspek hati.

3. luasnya wilayah penyelenggaraan pendidikan; yaitu didalam Rumah tangga, dimasyarakat dan di sekolah.[1]

Mungkin sebenarnya kita kira-kira alasan diatas, mengapa sampai sekarang tidak ada satupun difinisi pendidikan yang dapat diterima secara bulat oleh semua pihak.

Selanjutnya akan kami tinjau pendidikan itu dari segi Etimologis dan Terminologisnya.

a) Tinjauan Etimologis

Istilah asing yang biasa dipakai untuk memaknai kata pendidikan adalah; Pedagogie (bahasa Yunani) dan Education (bahasa Latin). Berikut ini penjelasan kedua istilah tersebut:

1) Pedagogie

Rangkaian dua kata dari bahasa Yunani: “ pias (anak) dan ago (saya membimbing). Dengan demikian berarti saya membimbing anak”.[2]

2) Education

Menurut Khursyid Ahmad istilah Education, berasal dari Bahasa Latin; e, ex (out) artninya keluar, dan ducere duc (mengatur, memimpin, menyerahkan). Sehingga education memiliki arti: mengumpulkan dan menyampaikan informasi (pelajaran), dan menyalurkan/ menarik bakat keluar.” [3]. Dalam praktek pendidikan, kegiatan-kegiatan seperti mengatur, memimpin dan mengarahkan bakat anak merupakan aktifitas utama.

b) Tinjauan Terminologis

Dari sudut pandang Terminologis, menurut MJ. Langeveld; “ pendidikan adalah mempengaruhi anak dalam usah membimbingnya supaya menjadi dewaswa. Uasah membimbing adalah usaha yang didasari dan dilaksanakan dfengan sengaja antara orang dewwsa dengan anak yang be lum dewasa.[4]

Dalam rangka memahami pendidikan sebagai suatu sistem, sebelumnya akan diuraikan tentang beberapa difinisi tentang pendidikan, tidak ada sebuah batasanpun yang dianggap cukup memdai sehingga menjadi jelas arti pendidikan secara lengkap . pendidikan sebenarnya mengandung banyak aspek sesuai dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai oleh penyelanggara pendidikan. Perbedaan-perbedaan definisi tentang pendidikan tersebut bisa terjadi karena orientasi, konsep dasar yang digunakan juga berbeda.

Pendidikan ialah suatu usaha sadar dan teratur serta sistemais, yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab, untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan. dengan kata lain dapatlah disebutkan bahwa: pendidikan adalah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada anak, dalam pertumbuhan jasmani maupun rohani untuk mencapai tingkat dewasa[5].

Beberapa contoh batasan difinisi pedidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya akan dikemukakan, sebagaiberikut :

1. Pendidikan sebagai prosess transformasi Budaya. Pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisa budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya

2. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi. Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistimatis dan sistemik yang terarah kepada terbentuknya kepribadian perserta didik.

3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara. Dalam hal ini pendidikan dapat diartikan sebagai satu kegiatan yang direncanakan untuk membekali anak didik agar menjadi warga negara yang baik. Baik dalam arti sesuai dengan tujuan pendidikan nasional suatu Negara.

4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja. Pendidikan dalam artian ini adalah sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga mereka memiliki bekal dasar untuk bekerja.

5. Definisi Pendidikan menurut GBHN 1998. GBHN memberikan batasan – batasan tentang Pendidikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa dan berdasarkan Pancasila serta Undang – Undang Dasar 1945 dimana batasan tersebut mengarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekitarnya, dan dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab dalam pembangunan bangsa. Dalam hal ini pendidikan memperhatikan kesatuan aspek jasmani dan rohani, aspek individu dan sosial, aspek kognitif, aspek afektif, aspek psikomotorik, dan aspek hubungan pribadi individu dengan lingkungan sosial maupun alam sekitarnya.

B. PENGERTIAN SISTEM

Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bahwa ternyata setiap penyelengaraan pendidikan mempunyai tujuan. Tujuan pendidikan adalah komponen penting dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu semua komponen yang terdapat dan mendukung dalam sistem pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan. Dalam hal ini nampak bahwa pendidikan itu bersifat normatif, yaitu mengandung norma – norma yang sifatnya “memaksa” untuk mengarahkan anak didik pada tujuan pendidikan tersebut. Walaupun demikian biasanya norma – norma dalam pendidikan dapat diterima oleh peserta didik yang mengikutinya. Pendidikan sebagai sistem, dimulai dengan menjelaskan pengertian arti kata “sistem”. Sistem dalam Bahasa Inggris adalah “system”, dapat diartikan sebagai “a set of things or parts forming a whole”, atau dapat diartikan juga sebagai “group of things or parts working together as a whole”. Berdasarkan dua pemahaman seperti ini, pengertian sistem dijelaskan sebagai berikut :

1. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan dari bagian – bagian yang membentuk suatu keseluruhan. Jadi penekanannya adalah pada wujud sistem yang dibentuk dari bagian – bagian.

2. Sistem merupakan himpunan komponen – komponen atau bagian – bagian yang saling berkaitan dan bagian – bagian tersebut masing – masing berfungsi dalam keseluruhan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penjelasan ini sistem menekankan pada fungsi bagian – bagian atau komponen – komponen dalam keseluruhan.

3. Sistem merupakan himpunan komponen atau subsistem yang saling berkaitan dan berfungsi sesuai dengan rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam pengertian ini sistem menekankan pada unsur rencana dan saling keterkaitan antar komponen. Berdasarkan uraian tersebut, sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen, dimana komponen – komponen tersebut satu dengan yang lainnya saling berpengaruh dengan fungsinya masing – masing dan secara bersama – sama terarah pada suatu tujuan dari sistem. Mengacu pada pengertian sistem tersebut di atas, Pendidikan Sebagai Sistem terdiri dari sejumlah komponen, di mana masing – masing komponen tersebut mempunyai fungsi dan terjadi saling keterhubungan dan secara bersama – sama terarah pada suatu tujuan sistem pendidikan.

Sistem dapat diidentifikasi secara sederhana sebagai “seperangkat objek dengan hubungan-hubungan antar objek dan hubungan antar atributnya”. Dengan kata lain, system adalah suatu kesatuan utuh yang terjalin dari:

1. sejumlah bagian

2. hubungan bagian-bagian, dan

3. atribut dari bagian-bagian itu maupun dari hubungan itu.

Dengan kata lain sistem dapat dipandang sebagai “ suatu bentuk dalam struktur atau operasi, konsep atau fungsi, yang terjalin dari bagian yang terikat dan terpadu.”[6]

Sejauh ini apabila sistem dibahas sepenuhnya pengertian sederhana dari sistem juga sangat diperlukan. Pengertian yang sederhana dapat dikemukakan sebagai berikut :

System is defined in the dictionary as an assemblage of objects united by some form of regular interaction o rinterdependence, an organic or organized whole, as the solar system, or a new telegraph system.[7]

Dalam kutipan ini sistem dapat diartikan sebagai suatu himpunan dari obyek-obyek yang di satukan oleh beberapa bentuk interaksi yang teratur atau saling bergantungan. Suatu kesatuan atau penyatuan menjadi keseluruhan sebagai sistem yang tersendiiri. Pengertian seperti tersebut diatas menunjukkan adanya perbedaaan dalam bermacam-macam sistem alam semesta ialah sistem matahari. Siste telegram adalah sistem yang didisain oleh manusia.

Dengan seperti ini suatu sistem itu mengandung 3 (tiga) bentuk aspek ialah [8]:

a. Tujuan

Sistem itu mempunyai tujuan, sistem dibangun dari bagian-bagian ataau komponen dan sejumlah komponen-komponen itu adalah isi sistem.

b. Isi

Isi sistem disusun untuk mencapai suatu tujuan sisterm yang khusus.

c. Proses

Operasi dan fungsi komponen itu dihubungkan dalam anstruksi untuk mencapai tujuan sistem, itulah proses sistem. Urutan tujuan, isi dan proses itu penting, karena itulah diprioritaskan.

Sistem dapat diidentifikasikan oleh tujuannya. Tujuannya menjelaskan pada kita apa yang harus dikerjakan, tujuuan mennentukan pula proses apa yang harus ditempatkan.

Isi bagian yang tercakup didalam sistem, diseleksi kemampuannya untuk mencapai proses yang di harqapkan dalam rentetetan untuk mencapai tujuan sistem.

Tujuan menentukan proses, yang harus menghasilkan susunan untuk mencapai tujuan. Proses wajar akan menyarankan bermacam-macam komponen, sehingga dapat menghasilkan atau menciptakan isi sistem. Untuk bahan perbandingan dapat dikemukakan suatu pengertian sistem yang lain ialah : “ system; the sun total of part working independently and working together to achieve requiered results or outcomes based on needs”.[9]

Yang dapat diartikan demikian, sistem ialah sejumlah keseluruhan bagian-bagian yang bekerja saling bergantung dan saling bekerja sama untuk mencapai hasil atau tujuan yang di harapkan berdasarkan kebutuhan.

Dalam Sistem Pendidikan sangat memerlukan adanya feedback (umpan balik), sehingga manajemen sekolah dapat mengembangkan dan memperbaiki proses pendidikan yang telah dilakukan. Dalam hal ini Output dan Outcome akan menjadi feedback utama bagi sekolah dalam peningkatan program – program pembelajaran, kualitas guru & staf, kurikulum, sistem administrasi, sistem evaluasi & pengukuran, pengelolaan keuangan.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Sebagai kesimpulan dapat kita pastikan bahwa pendidikan itu merupakan sebuah komponen atau lembaga yang mempunyai tujuan agar terciptanya situasi atau potensi-potensi dasar apa saja yang dimiliki anak-anak dapat dikembangkan sesuai dengan ketentuan kebutuhan mereka pada suatu zaman dan dimana mereka harus survival. Dalam pendidikan tersebut memahami bahwa tujuan atau kompetensi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan proses pembelajaran. Persoalan tersebut adalah bagaimna melaksanakannya di dalam proses belajar-mengjar atau proses pembelajaran agar tujuan atau kompetensi yang diharapkan tercapai dan juga memahami bagaimana pendidikan itu mempunyai sistem yang baik untuk mencapai tujuan.

  1. SARAN-SARAN

Kami sebagai penyusun makalah ini menyatakan bahwa makalah kami ini sangat kurang dari kesempurnaan sehingga sebagai penyusun kami mengharapkan kepada seluruh pembaca agar senantiasa memberikan kritik dan saran anda sekalian yang tentunya bersifat membangun, untuk kami jadikan bahan telaah untuk tugas-tugas selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Roestiyah N.K. masalah pengajaran sebagai suatu system, Rineka Cipta, Jakarta, 1986.

Nana Sudjana, Eddy susanta. Pendekatan system bagi administrator pendidikan,Sinar Baru Bandung.1989.

Moh. Amin. Pengantar ilmu pendidikan islam, PT.Garoeda Buana Indah, Pasuruan.

M. Said, Ilmu pendidikan Bandung: Alumni, 1985

Khursyid Ahmad, Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Surabaya Pustaka Progresif, 1992.

Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

Ahmad Tafsir, Ilmu pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1992



[1] Ahmad Tafsir, Ilmu pendidikan dalam Perspektif Islam, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1992), halm 26.

[2] M. Said, Ilmu pendidikan (Bandung: Alumni, 1985), hal. 5.

[3] Khursyid Ahmad, Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam (Surabaya Pustaka Progresif, 1992). Hal. 13

[4] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 1991). Hal. 69

[5] Moh. Amin. Pengantar ilmu pendidikan islam, PT.Garoeda Buana Indah, Pasuruan, Hal 1

[6] Nana Sudjana, Eddy susanta. Pendekatan system bagi administrator pendidikan,Sinar Baru Bandung.1989, Hal 23

[7] Banathy, Bela. H. Instructional Systems, California, Fearon publishers Inc, 1978, hal. 1

[8] Roestiyah N.K. masalah pengajaran sebagai suatu system, Rineka Cipta, Jakarta, 1986, hal. 5

[9] Roger A. Kaufman, educational system Planning, New. Jersey, prentice Hall Inc, 1972, hal. 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar