Kamis, 31 Desember 2009

M E D I A P E M B E L A J A R A N

T U G A S R E S U M E

M E D I A P E M B E L A J A R A N


Pengertian, Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan

A. Definisi Evaluasi

a. Bloom et. al (1971)

Evaluasi adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis utnuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa.

b. Stuffle Beam et. al (1971)

Evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.

B. Tujuan Evaluasi Pendidikan

Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dimaksud merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa :

  1. Penetapan pada tempat yang tepat
  2. Pemberian umpan balik
  3. Diagnosis kesulitan belajar siswa
  4. Penentuan kelulusan

Untuk masing-masing tindak lanjut yang dikehendaki ini adalah tes, yang diberi nama :

  1. Tes Penempatan (placement test)

Tes ini disajikan pada awal tahun pelajaran untuk mengukur kesiapan siswa dan mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan dengan pelajaran yang akan disajikan.

  1. Tes Formatif (formative test)

Tes ini disajikan di tengah program pengajaran untuk memantau kemajuan belajar siswa demi memberikan umpan balik, baik kepada siswa maupun kepada guru.

  1. Tes Diagnostik (diagnostic test)

Tes ini bertujuan mendiagnosis kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya.

  1. Tes Sumatif (summative test)

Tes jenis ini biasanya diberikan pada akhir tahun ajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan, meskipun maknanya telah diperluas untuk dipakai pada tes akhir semester, dan bahkan pada tes akhir pokok bahasan.

C. Fungsi Evaluasi Pendidikan

  1. Evaluasi Berfungsi Selektif

Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya, seleksi ini mempunyai tujuan.

a. Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu.

b. Untuk memilih siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya.

c. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.

d. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah tersebut.

  1. Evaluasi berfungsi sebagai penempatan

Sistem baru yang kini banyak dipopulerkan di negera barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik berbentuk modul maupun paket belajar yang lain.

  1. Evaluasi berfungsi diagnostik

Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa.

  1. Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan. Dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.

Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi

A. Prinsip-prinsip Evaluasi

1. Keterpaduan

Evaluasi merupakan komponen integral dalam program pengajaran di samping tujuan intruksional, materi dan metode pengajaran.

2. Keterlibatan siswa

Hal ini berkaitan erat dengan metode belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang menuntut keterlibatan siswa aktif, siswa mutlak.

3. Koherensi

Evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang sudah disajikan dan sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur.

4. Pedagogis

Di samping sebagai alat penilai hasil / pencapaian belajar, evaluasi juga perlu diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari segi pedagogis.

5. Akuntabilitas

Sejauh mana keberhasilan program pengajaran perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (accountability).

B. Teknik Evaluasi

  1. Teknik non tes

* Skala bertingkat (rating scale)

Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan.

* Kuesioner

Kuesioner juga sering dikenal sebagai angket. Pada dasarnya kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh yang akan diukur (responden). Macam-macam kuesioner dapat ditinjau dari beberapa segi.

1. Ditinjau dari segi siapa yang menjawab

a. Kuesioner langsung

Jika kuesioner tersebut dikirimkan dan diisi langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban tentang dirinya.

b. Kuesioner tidak langsung

Adalah kuesioner yang dikirimkan dan diisi oleh orang yang bukan dimintai keterangannya.

2. Ditinjau dari segi cara menjawab

a. Kuesioner tertutup

Adalah kuesioner yang disusun dengna menyediakan pilihan jawaban langkah sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.

b. Kuesioner terbuka

Adalah kuesioner yang disusun sedemikian rupa sehingga para pengisi bebas mengemukakan pendapat.

c. Daftar cocok (check list)

Adalah deretan pertanyaan (yang biasanya singkat-singkat). Dimana respondent yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (Ö) ditempat yang telah disediakan.

d. Wawancara / interviu

Adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak.

Wawancara dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Interviu bebas

2. Interviu terpimpin

e. Pengamatan (observasi)

Adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta secara sistematis. Ada 3 macam observasi.

1. Observasi partisipan

2. Observasi sistematik

3. Observasi eksperimental

f. Riwayat hidup

Adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya.

  1. Teknik tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampun atau bakat yang dimiliki oleh individu / kelompok.

Ditinjau dari segi kegunaan mengukur siswa maka dibedakan atas 3 macam tes

1. Tes diagnostik

2. Tes formatif

3. Tes sumatif

Berbagai Teknik Evaluasi

A. Meansurement Model

Model ini dapat dipandang sebagai model yang tertua di dalam sejarah evaluasi dan telah banyak dikenal di dalam proses evaluasi pendidikan.

1. Hakikat evaluasi

Model ini sangat menitikberatkan peranan kegiatan pengukuran di dalam melaksanakan proses evaluasi. Pengukuran dipandang sebagai suatu kegiatan yang ilmiah dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang persoalan termasuk kedalamnya bidang pendidikan.

2. Ruang lingkup evaluasi

Yang dijadikan objek dari kegiatan evaluasi model ini adalah tingkah laku, terutama tingkat laku siswa.

3. Pendekatan

Dalam kegiatan evaluasi pendidikan disekolah objek yang dinilai dadalah hasil belajar siswa yang evaluasinya dapat dilakukan melalui cara yang objektif kuantitatif dengan prosedur yang dapat distandardisasikan.

B. Kongruance Model

Model ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap model yang pertama, sekalipun dalam beberapa hal masih menunjukkan adanya persamaan dengan model yang pertama.

C. Edicational System Evaluation Model

Model ini merupakan reaksi terhadap kedua model yang telah dibahas.

D. Illuminatif Model

Penggunaan nama illuminatif model oleh pengembangannya didasarkan atas alasan bahwa penggunaan berbagai cara penilaian di dalam model ini bila dikombinasikan akan ”help illuminative problems, issues, and significant program features”.

Proses Pelaksanaan Evaluasi

Pekerjaan mengevaluasi ada prosedur tersendiri, meskipun perlu untuk ditekankan bahwa pekerjaan mengevaluasi itu lebih tepat untuk dipandang sebagai suatu proses yang kontinu.

Pengetahuan tentang prosedur ini ditambah dengan pengetahuan tentang fungsi dalam keseluruhan proses evaluasi akan memungkinkan kita memperoleh pembelajaran yang cukup jelas tentang sistematik pekerjaan evaluasi pada umumnya.

Langkah-langkah pokok

1. Langkah perencanaan (termasuk atau tidak termasuk perumusan kriterium, bergantung keadaan).

2. Langkah pengumpulan data

3. Langkah persifikasi data

4. Langkah pengolahan data

5. Langkah penafsiran data

6. Langkah meningkatkan daya serap peserta didik.

Analisis Butir-butir Instrumen Evaluasi

A. Menilai tes yang dibuat sendiri

Ada 4 cara untuk menilai tes, yaitu :

- Cara pertama meniliti secara jujur soal-soal yang sudah disusun, kadang-kadang dapat diperoleh jawaban tentang ketidakjelasan perintah atau bahasa, taraf kesukaran dan lain-lain keadaan soal tersebut.

- Cara kedua adalah mengadakan analisis soal (terms analysis)

Analisis soal adalah suatu prosedur yang sistematis, yang akan memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir tes yang kita susun.

Faedah dalam mengadakan analisis soal :

1. Membantu kita dalam mengidentifikasi butir-butir soal yang jelek.

2. Memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk menyempurnakan soal-soal untuk kepentingan lebih lanjut.

3. Memperoleh gambaran secara selintas tentang keadaan yang kita susun.

- Cara ketiga adalah mengadakan checking validitas.

Validitas yang paling penting dari tes buatan guru adalah validitas kurikulum (content validity).

- Cara keempat adalah dengan mengadakan checking reabilita.

Salah satu indikator untuk tes yang mempunyai reabilitas yang tinggi adalah bahwa kebanyakan dari soal-soal tes tersebut mempunyai daya pembeda yang tinggi.

B. Analisis butir-butir soal

  1. Taraf kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Soal yang telalu mudah tidak merangsang siswa untuk memeprtinggi usaha memecahkannya, sebaliknya yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena di luar jangkauannya.

  1. Daya pembeda

Adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh.

  1. Pola jawaban soal

Adalah distribusi testee dalam hal menentukan pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda.

Interpretasi Nilai Evaluasi

A. Merencanakan Evaluasi

Setelah menetapkan tujuan pengajaran, segera terpikir bagaimana nanti cara untuk mengetahui apakah tujuan tercapai apa belum, berapa persen tercapainya. Pertama kali yang harus menjadi titi perhatian adalah bahwa cara dan alat evaluasi itu ditentukan oleh isi TIK. TIK yang dirumuskan dengan benar pasi dapat menunjukkan cara dan alat evaluasi yang efektif dan efisien.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah luasnya tujuan (bahan) yang akan dievaluasi ada bermacam-macam.

B. Menentukan Entering Behavior

Adalah gambaran tentang kesiapan siswa tersebut. Kesiapan yang paling penting diketahui guru ialah kesiapan siswa dalam hal pengetahuan dan keterampilan dihubungkan dengan tujuan pengajaran.

Hal-hal yang harus diperhitungkan dalam menentukan entering behavior siswa :

  1. Masalah kesiapan

Ini yang pertama dan paling utama. Jika tujuan pengajaran (TIK) umpamanya agar siswa mampu mempraktekkan fi’liyah salat subuh, maka entering behaviornya sekurang-kurangnya ialah siswa sudah mengetahui jumlah seluruh salat wajib.

  1. Hal kematangan

Ini konsep yang menyangkut keadaan biologis dan psikologis yang sering disebut dengan istilah masa peka. Entering behavior siswa yang menyangkut kematangan dapat ditetapkan dengan cara mengajukan pertanyaan

  1. Perbedaan individu

Dalam pengajaran bidang study guru harus mempertimbangkan perbedaan individu. Ini adalah salah satu ciri pengajaran modern yang menganggap manusia adalah makhluk individual, yang tidak dapat diperlakukan dengan cara yang ama.

  1. Perbedaan individu siswa

Perbedaan individu siswa memang sulit dipakai oleh guru agama. Jarang terdapat guru agama bagitu mendalam menguasai ilmu jiwa, tapi guru agama dapat meminta petunjuk dari guru bimbingan mengenai susunan kepribadian para siswa.

Susunan kepribadian para siswa

Hubungan antara susunan kepribadian yang bermacam-macam itu dengan intering behavior itu merupakan keputusan tentang hubungan keadaan kepribadian itu dengan tujuan pengajaran yang hendak dicapai.

C. Beberapa Skala Penilaian

1. Skala bebas

2. Skala 1-10

3. Skala 1-100

4. Skala huruf

D. Distribusi Nilai

Distribusi nilai yang dimiliki oleh siswa-siswinya dalam suatu kelas didasarkan pada dua macam standar.

1. Standar mutlak

2. Standar relatif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar